Hari itu tampak seperti hari biasa. Matahari bersinar cerah, udara terasa hangat, dan sekumpulan teman SMA yang sudah lama tidak berkumpul memutuskan untuk menghabiskan sore bersama di sebuah kafe kecil di pinggir kota. Mereka semua sudah dewasa, memiliki kesibukan masing-masing, tetapi satu hal yang tidak pernah berubah: kekompakan dan kebiasaan mereka saling usil. Di antara mereka, ada Dimas, yang terkenal dengan sifat jahil dan selalu punya ide-ide kreatif untuk membuat teman-temannya terkejut. Kali ini, Dimas membawa sebuah rencana yang cukup sederhana namun menjanjikan tawa: prank salah panggil nama teman. Ide ini muncul secara spontan ketika ia melihat daftar teman yang hadir dan menyadari bahwa sebagian dari mereka punya nama yang mirip atau terdengar lucu jika salah disebut. Begitu semua teman duduk di meja bundar, Dimas mulai memainkan strateginya. Ia sengaja duduk di posisi yang memungkinkan semua orang bisa melihat dan mendengar reaksinya. Pertama-tama, ia memanggil Aulia,...